Pengen Tugas Akhir/Skripsi Cepat Kelar? Cukup dengan NIAT!
on September 09, 2015
2 comments
“Pasti ria kemana-mana bawa buku, dimana-mana baca buku, bawa laptop & coding sana-sini, belajar banyak literature & paper, deket sama dosen, atau paling juga di-coding-in sama temennya.”
Ya, pernyataan itu sering sekali muncul disekitar saya. Mulai dari pernyataan yang sangat mengesankan “kemana-mana bawa buku” sampai pernyataan menyakitkan semacam “di-coding-in temennya”. Semacam gemes, pengen gigit orang yang ngomong kalimat terakhir dan ngomong wtf di depan mukanya tapi takut dosa. Hehe
Sebagai seorang perempuan yang “gak sengaja” nyemplung di dunia IT, saya merasa miris. Kenapa orang itu gak percaya bahwa perempuan itu bisa coding? Banyak lho perempuan yang sukses di dunia IT dan memang beneran Ngoding. Sebut saja mbak Ollie Salsabilla yang sukses membuat nulisbuku.com atau Sofia huiya dengan tiket.com-nya. Dari Indonesia juga banyak para coder perempuan yang melalang buana di dunia teknologi.
Saya sendiri memang semenjak kerja sudah jarang dan bahkan gak pernah coding lagi. Tapi semangat dan niat untuk belajar coding lagi masih ada. Dan mungkin banget saya kembali ke dunia coding setelah menemukan diri saya sebenarnya. Itu sangat mungkin.
Dari tulisan ini saya ingin sharing bahwa sebenarnya untuk LULUS CEPAT atau TUGAS AKHIR SEGERA RAMPUNG itu bukan hanya karena kamu kemana-mana bawa buku. Bukan hanya karena kamu dimana-mana baca buku. Bukan hanya karena bawa laprop kemana-mana. Bukan hanya kamu coding sana-sini (eh, tapi kalo di dunia IT ini juga perlu banget), Bukan hanya deket sama dosen. Dan bukan berarti kamu bisa di-coding-in sama temen kamu! BUKAAAANNN.
Lulus cepat dan Tugas Akhir dapat segera rampung adalah perkara NIAT dan USAHA! Kamu niat banget untuk lulus cepat dan ataupun Tugas Akhir segera rampung tapi kamu gak usaha ya nonsense! Kamu punya usaha untuk ngerjainnya tapi gak niat dan walhasil gak punya semangat untuk segera merampungkannya juga podowae!
Gak cuman tentang kamu itu perempuan ataupun laki-laki. Tapi tentang NIAT dan USAHA. Kamu kudu punya niat yang baik untuk lulus cepat. Kudu ada reasonnya juga. Kamu ngapain mau lulus cepat kalo ternyata setelah lulus kamu gak ada planning kemana.
Kalau saya dulu pengen lulus cepat karena saya ingin segera cari pengalaman di dunia kerja, mencari sebanyak-banyaknya ilmu kehidupan secara langsung yang iya, ternyata beda sekali dengan saat kuliah, ingin punya banyak waktu dengan keluarga (meskipun kenyataannya sekarang masih belum bisa), ingin segera melunasi beban moral sebagai anak bangsa yang kuliah dibayari rakyat (karena saya kuliah dengan uang beasiswa pemerintah), ingin “sisa” beasiswa segera diserahkan ke teman yang juga membutuhkan dan pengen cepet Nikah. :P
Nah, itu niat saya. Terlalu general-kah? Enggak juga kan? Ya, itu niat dan tujuan saya lulus cepat. Selanjutnya adalah USAHA. Usaha ini ada beberapa macam, mulai dari Usaha untuk benar-benar menyelesaikan tugas akhir dan usaha berupa doa serta meminta doa dari orang-orang terdekat.
Usaha saya untuk menyelesaikan pendidikan saya di jenjang S1 ada macem-macem. Mulai dari menghindari segala kehidupan hedonis seperti pacaran dan hangout yang gak jelas tujuannya. Saya paling anti saat itu “deket dengan cowok yang niatnya pacaran”, beh, menghindari mati-matian sampai sama sahabat saya di kampus, Novi namanya, saya selalu dinasehati untuk benar-benar mencoba membuka hati untuk laki2. Yaelah. Ini bukan perkara buka hati atau tidak, atau suka dan tidak suka juga, bukan juga berarti saya gak pernah suka sama cowok. Ini tentang prinsip. Saya gak mau melanggar sesuatu yang di agama saya tidak diperbolehkan, dan memang pengen fokus dengan tujuan saya. Ya meskipun terkadang juga iri pengen ditelfon setiap malam. *hadeuh kok jadi baper. Back to topik yaaa!
Menghindari sesuatu yang hedonis ini bakalan bantu kamu untuk fokus sama gerbang kelulusan. Yang namanya waktu untuk pacaran bisa dimanfaatin untuk belajar. Yang namanya waktu hangout gak jelas bisa kamu gunakan untuk ikutan komunitas yang masih satu line sama kamu untuk memperbanyak network kamu. Ini akan berpengaruh saat kamu lulus. Serius. Bukan hanya IPK. Bahkan yang namanya IPK gak jamin kamu punya network luas.
Selain itu, saya termasuk orang yang target oriented. Yang namanya dinding kamar kos saya akan banyak sticky note target-target saya. Setiap malam saya akan menulis kegiatan yang musti saya kerjakan esok paginya. Meskipun terkadang target itu gak bisa selesai hari itu juga, malamnya ya ditulis lagi untuk esoknya lagi. Jadi setiap bangun dari tidur, saya ingat dan tau apa yang kudu saya selesaikan hari itu. Misalnya, saya kudu menyelesaikan perhitungan metode hough transform agar segera bisa di implementasikan di coding, kudu minta tanda tangan dosen pembimbing, kudu sms teman untuk mengingatkan kerja kelompok, dan banyak lainnya. Saya menulis point demi point yang harus saya lakukan saat masa pengerjaan TA. Ini termasuk usaha saya untuk LULUS CEPAT.
Nah, kalau saya berhasil mencapai target saya seminggu misalnya, tak jarang juga sebulan sekali si, tergantung apa yang berhasil saya achieve, saya bakalan beli apa yang saya mau, atau ke tempat yang saya inginkan. Ini merupakan usaha untuk memberikan reward bagi diri sendiri. Biar selalu bahagia dengan apa yang dicapai walau sesimple berhasil menemukan cara ngitung jari-jari dengan metode hough transform.
Jadi, saya lulus cepat bukan karena hanya sering baca buku, bukan hannya sekedar dekat dengan dosen, dan bukan karena di-coding-in teman. Tapi karena Niat saya untuk mencapai target menyelesaikan Tugas Akhir saya dengan cepat dan juga USAHA saya untuk bangun lebih awal dan mulai belajar coding dan menulis paper dengan bener. Dan tentu berkat doa ibuk disetiap ibadah wajib dan sunnahnya, serta doa orang-orang disekitar saya yang mencintai saya :)
So, semangat buat kalian yang sedang menyelesaikan Tugas Akhir. Terus perbaiki niat dan usaha yang benar dengan cara kalian masing-masing ya :)
Ya, pernyataan itu sering sekali muncul disekitar saya. Mulai dari pernyataan yang sangat mengesankan “kemana-mana bawa buku” sampai pernyataan menyakitkan semacam “di-coding-in temennya”. Semacam gemes, pengen gigit orang yang ngomong kalimat terakhir dan ngomong wtf di depan mukanya tapi takut dosa. Hehe
Sebagai seorang perempuan yang “gak sengaja” nyemplung di dunia IT, saya merasa miris. Kenapa orang itu gak percaya bahwa perempuan itu bisa coding? Banyak lho perempuan yang sukses di dunia IT dan memang beneran Ngoding. Sebut saja mbak Ollie Salsabilla yang sukses membuat nulisbuku.com atau Sofia huiya dengan tiket.com-nya. Dari Indonesia juga banyak para coder perempuan yang melalang buana di dunia teknologi.
Saya sendiri memang semenjak kerja sudah jarang dan bahkan gak pernah coding lagi. Tapi semangat dan niat untuk belajar coding lagi masih ada. Dan mungkin banget saya kembali ke dunia coding setelah menemukan diri saya sebenarnya. Itu sangat mungkin.
Dari tulisan ini saya ingin sharing bahwa sebenarnya untuk LULUS CEPAT atau TUGAS AKHIR SEGERA RAMPUNG itu bukan hanya karena kamu kemana-mana bawa buku. Bukan hanya karena kamu dimana-mana baca buku. Bukan hanya karena bawa laprop kemana-mana. Bukan hanya kamu coding sana-sini (eh, tapi kalo di dunia IT ini juga perlu banget), Bukan hanya deket sama dosen. Dan bukan berarti kamu bisa di-coding-in sama temen kamu! BUKAAAANNN.
Lulus cepat dan Tugas Akhir dapat segera rampung adalah perkara NIAT dan USAHA! Kamu niat banget untuk lulus cepat dan ataupun Tugas Akhir segera rampung tapi kamu gak usaha ya nonsense! Kamu punya usaha untuk ngerjainnya tapi gak niat dan walhasil gak punya semangat untuk segera merampungkannya juga podowae!
Gak cuman tentang kamu itu perempuan ataupun laki-laki. Tapi tentang NIAT dan USAHA. Kamu kudu punya niat yang baik untuk lulus cepat. Kudu ada reasonnya juga. Kamu ngapain mau lulus cepat kalo ternyata setelah lulus kamu gak ada planning kemana.
Kalau saya dulu pengen lulus cepat karena saya ingin segera cari pengalaman di dunia kerja, mencari sebanyak-banyaknya ilmu kehidupan secara langsung yang iya, ternyata beda sekali dengan saat kuliah, ingin punya banyak waktu dengan keluarga (meskipun kenyataannya sekarang masih belum bisa), ingin segera melunasi beban moral sebagai anak bangsa yang kuliah dibayari rakyat (karena saya kuliah dengan uang beasiswa pemerintah), ingin “sisa” beasiswa segera diserahkan ke teman yang juga membutuhkan dan pengen cepet Nikah. :P
Nah, itu niat saya. Terlalu general-kah? Enggak juga kan? Ya, itu niat dan tujuan saya lulus cepat. Selanjutnya adalah USAHA. Usaha ini ada beberapa macam, mulai dari Usaha untuk benar-benar menyelesaikan tugas akhir dan usaha berupa doa serta meminta doa dari orang-orang terdekat.
Usaha saya untuk menyelesaikan pendidikan saya di jenjang S1 ada macem-macem. Mulai dari menghindari segala kehidupan hedonis seperti pacaran dan hangout yang gak jelas tujuannya. Saya paling anti saat itu “deket dengan cowok yang niatnya pacaran”, beh, menghindari mati-matian sampai sama sahabat saya di kampus, Novi namanya, saya selalu dinasehati untuk benar-benar mencoba membuka hati untuk laki2. Yaelah. Ini bukan perkara buka hati atau tidak, atau suka dan tidak suka juga, bukan juga berarti saya gak pernah suka sama cowok. Ini tentang prinsip. Saya gak mau melanggar sesuatu yang di agama saya tidak diperbolehkan, dan memang pengen fokus dengan tujuan saya. Ya meskipun terkadang juga iri pengen ditelfon setiap malam. *hadeuh kok jadi baper. Back to topik yaaa!
Menghindari sesuatu yang hedonis ini bakalan bantu kamu untuk fokus sama gerbang kelulusan. Yang namanya waktu untuk pacaran bisa dimanfaatin untuk belajar. Yang namanya waktu hangout gak jelas bisa kamu gunakan untuk ikutan komunitas yang masih satu line sama kamu untuk memperbanyak network kamu. Ini akan berpengaruh saat kamu lulus. Serius. Bukan hanya IPK. Bahkan yang namanya IPK gak jamin kamu punya network luas.
Selain itu, saya termasuk orang yang target oriented. Yang namanya dinding kamar kos saya akan banyak sticky note target-target saya. Setiap malam saya akan menulis kegiatan yang musti saya kerjakan esok paginya. Meskipun terkadang target itu gak bisa selesai hari itu juga, malamnya ya ditulis lagi untuk esoknya lagi. Jadi setiap bangun dari tidur, saya ingat dan tau apa yang kudu saya selesaikan hari itu. Misalnya, saya kudu menyelesaikan perhitungan metode hough transform agar segera bisa di implementasikan di coding, kudu minta tanda tangan dosen pembimbing, kudu sms teman untuk mengingatkan kerja kelompok, dan banyak lainnya. Saya menulis point demi point yang harus saya lakukan saat masa pengerjaan TA. Ini termasuk usaha saya untuk LULUS CEPAT.
Nah, kalau saya berhasil mencapai target saya seminggu misalnya, tak jarang juga sebulan sekali si, tergantung apa yang berhasil saya achieve, saya bakalan beli apa yang saya mau, atau ke tempat yang saya inginkan. Ini merupakan usaha untuk memberikan reward bagi diri sendiri. Biar selalu bahagia dengan apa yang dicapai walau sesimple berhasil menemukan cara ngitung jari-jari dengan metode hough transform.
Jadi, saya lulus cepat bukan karena hanya sering baca buku, bukan hannya sekedar dekat dengan dosen, dan bukan karena di-coding-in teman. Tapi karena Niat saya untuk mencapai target menyelesaikan Tugas Akhir saya dengan cepat dan juga USAHA saya untuk bangun lebih awal dan mulai belajar coding dan menulis paper dengan bener. Dan tentu berkat doa ibuk disetiap ibadah wajib dan sunnahnya, serta doa orang-orang disekitar saya yang mencintai saya :)
So, semangat buat kalian yang sedang menyelesaikan Tugas Akhir. Terus perbaiki niat dan usaha yang benar dengan cara kalian masing-masing ya :)
Motivated me sekali mbak :)
BalasHapusmemang penting nih NIAT ini, kalo udah hilang. habislah sudah -,-
BalasHapus