“Ria, kamu sudah pernah mengikuti berbagai acara, bahkan sampai ke US, jadi apa saja yang sudah kamu dapat? Masak iya jadi peserta mulu. Apa yang menurut kamu bisa dibagi?”
Pertanyaan ini terucap dari seorang teman. Ia berhasil merengkuh fikiran saya. Saya telusuri satu persatu labirin dalam benak, kira-kira ilmu apa yang bisa saya bagi ke teman-teman. Siapa si yang gak ingin menjadi manusia yang bermanfaat? Tentu saja semua orang ingin.
Namun kali ini saya masih tersesat! Labirin ini membuat saya bingung menjawab, apa yang telah saya dapat dan apa yang ingin dan akan bagikan. Tembok bernama “malu” dan “tidak percaya diri” menghalangi saya untuk menoleh jalan kanan ataupun kiri.
“Waduw, saya bingung mas. Apa ya yang bisa saya bagi. Kok perasaan justru teman-teman disini jauh lebih jago dalam dunia internet dan digital ketimbang saya.”
Kalimat excuse yang terlontar dari mulut saya! Ash, saya benar-benar baper! Saya sedih. Bener juga, selama satu tahun terakhir ini (setelah lulus kuliah) saya semakin jarang berbagi. Beda dengan di kampus, yang paling tidak saya bisa sharing dengan teman-teman di laboratorium. Saya semakin kelabakan saat selama satu tahun belajar di perusahaan keren, seharusnya banyak ilmu yang saya ambil dan bagi dong! Lhah kenapa ini untuk berbagi saja saya masih bingung. Saya akhirnya belajar dari Alam, bagaimana mengatasi kebingungan saya.
Teori Ripple Effect
Di Alam ini banyak sekali fenomena yang sebenarnya dapat kita manfaatkan untuk mempermudah upaya kita dalam mengembalikan kepercayaan diri. Salah satunya adalah efek riak/ gelombang yang lebih dikenal dengan The Ripple Effect.
The Ripple Effect ini adalah efek menyebar yang ditimbulkan oleh satu sebab tunggal. Sebagaimana kamu menyentuhkan jari kamu ke dalam air, akan muncul gelombang/riak air. Riak gelombang ini kemudian melebar, menyebar dan mengenai apapun yang berada di sekitarnya.
Dengan menggunakan teori ini. Salah satu cara mudah agar kita (khususnya saya) agar dapat bermanfaat bagi sekitar adalah dengan mengembalikan jati diri saya. Menciptakan sebab tunggal, mengubah hidup menjadi kehidupan yang bermanfaat dan sukses. Kebermanfaatan hidup ini akan mempengaruhi keluarga, teman dan siapapun yang berhubungan dengan kita. Mereka akan terkena riak gelombang kebermanfaatan kita, meskipun hal yang kecil. Lalu, mereka pada saatnya akan menular, menyebar dan menyentuh kehidupan orang lain di sekitar.
Belajar berbagi ilmu dengan konsisten dari ALAM!
Baiklah saatnya saya mencari apa yang bisa saya sentuh. Seringkali saya merasa resah dikala malam, selepas mengerjakan project. Namun kini setiap jumat malam, saya selalu belajar hal baru dan ingat bahwa berbagi itu sebenarnya bisa dilakukan dalam bentuk banyak hal!
Setiap Jumat malam selepas Isya’, saya memiliki schedule tetap. Dimanapun dan apapun yang saya kerjakan, ponsel saya akan berada di dekat saya, seperti candu bagi saya disetiap jumat malam. Saya selalu menyempatkan diri dalam berbagai situasi apapun untuk bergabung di acara #ALAMenilai. Tentu belum banyak yang tahu tentang acara ini. Karena memang acara ini eksklusif diadakan di Whatsapp Group Plat-M, Komunitas Blogger Madura.
Apa dan ada apa dengan #ALAMenilai?
Frasa ini kalau di dengar memang sangat PAS. Alam menilai, Alam memberikan penilaian untuk kita. Namun untuk activity ini, Alam yang dimaksud bukanlah semesta. “Alam” ini di ambil dari nama klebun atau ketua komunitas Blogger Madura pada periode sebelumnya. Ya, karena memang ini adalah inisiatif dari beliau, Wahyu Alam.*He is so lucky with great name
Saya sangat bangga tentunya, karena blog saya ini menjadi blog pertama yang dinilai langsung di #ALAMenilai. Tema pertama yang digunakan saat itu adalah #ALAMenulis. Konsep penilaian nya unik, karena tak hanya dilihat dari segi visual saja. Namanya juga #ALAMenulis, dari tata bahasa, gaya dan tema penulisan bahkan sampai typo benar-benar sangat diperhatikan.
Acara ini juga menjadi semakin berkualitas karena Blog yang dinilai tak hanya mendapatkan nilai berupa kritik, tapi juga saran dan bahkan menjadi bahan diskusi yang berbobot di Group. Apalagi dikemas dengan infografik dan gambar yang menarik dari si-empunya acara. Hal ini tentu semakin menggelorakan semangat saya untuk rajin menulis.
Merentang jarak dalam berbagi sepertinya tak lagi ada dalam kamus Alam. Taiwan, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Pare, Jember, Surabaya, Gresik, Malang, Sidoarjo, Jakarta dan lapisan daerah lainnya. Alasan terhalang jarak bahkan zona waktu, kini tak lagi menjadi kendala. Mas Wahyu yang sedang belajar di Taiwan nampaknya tak bermasalah dalam jarak dan waktu. Ia selalu konsisten setiap jam 7 malam WIB yang berarti jam 8 waktu Taiwan membuka acara #ALAMenilai dengan gaya-nya bak host papan atas. Tak kalah dengan Marissa Anita di Satu Indonesia atau bahkan Najwa di Mata Najwa. Beruntung karena acara ini tersaji dalam bentuk teks. :)
Polisi kata akibat #ALAMenulis
Sekarang konsep #ALAMenilai menjadi semakin berkembang! #ALAMenulis yang percaya bahwa blog kita ada yang menilai semakin inovatif dalam kurun waktu ini. Per-episode-nya bahkan activity yang diberikan berbeda-beda. Mulai dari #ALAMenulis best article, bumbu menulis, tantangan membuat paragraf berkesinambungan (jadi cara kerjanya kayak estafet, nama yang disebutkan harus melanjutkan paragraf sebelumnya), tantangan satu tema tulisan yang digarap oleh banyak orang dengan jatah satu paragraf per orang dan masih banyak konsep inovatif lainnya. Bahkan talkshow yang menghadirkan narasumber-pun pernah tayang di salah satu episode #ALAMenilai!
Di setiap episode-nya, saya selalu dapat lesson. Bahkan dalam merangkai kata yang sejatinya sudah harus saya kuasai saat dulu Sekolah Dasar, saya mendapatkan added value dalam hal ini juga! Saya jadi sering cek website KBBI untuk melihat apakah “kata” yang saya gunakan sudah tepat. Nah, jadi episode yang paling saya suka dari #ALAMenulis adalah semua episode!haha. Bagian yang paling saya suka adalah saat mas Wahyu mulai menilai dan memberikan koreksi. Beliau sudah kayak Polisi Kata. Kalau ada yang kurang tepat barang satu huruf typo saja sudah jadi bahan koreksi. Apalagi kata yang kurang tepat. Misalnya saja aktifitas yang ternyata penulisan dalam bahasa Indonesia lebih tepat menggunakan huruf “v” ketimbang huruf “f”. Yang tepat adalah aktivitas. Ini saya dapat dari acara #ALAMenulis.
Sebagai seorang blogger yang blog-nya dibaca oleh jutaan umat manusia di berbagai wilayah Nusantara bahkan belahan dunia, saya jadi sadar bahwa typo dan penggunaan kata yang tepat itu sangat penting. Kenapa? Karena tulisan yang sudah di publish di blog bisa menjadi referensi orang lain. Apalagi Zaman (lebih tepat menggunakan Z ketimbang J) sekarang yang mungkin guru SD, SMP atau bahkan SMA tidak memberikan tugas kliping, ketrampilan mencari berita di koran lalu menjadikannya sebuah makalah (ini tak saya temukan di KBBI, mungkin ada yang tahu bahasa tepatnya apa). Yang ada, anak zaman sekarang mencari referensi di dunia maya. Jadi, menulis dengan baik dan tepat tentu kudu kita lakukan dong ya? :)
Nah, #ALAMenilai ini bak sentuhan jemari di sebuah sungai PLAT-M yang tenang. Membuat riak/gelombang yang mempu menyentuh apapun di sekitarnya, khususnya saya. Saya jadi sering sekali jadi “polisi kata” di kantor. Apalagi untuk saat ini project yang saya kerjakan berkaitan dengan banyak dokumen. Dari #ALAMenulis saya belajar bahwa membuat orang mengerti tulisan kita itu penting. #ALAMenilai tak hanya menyentuh saya dibagian kepenulisan.
Saya kini belajar untuk melipat batas yang saya miliki. Mas Wahyu yang jauh disana bahkan tak menghiraukan adanya jarak, waktu dan bahkan sebetulnya saya yakin dia sibuk. Namun beliau masih meluangkan waktunya untuk berbagi! Saya juga harus bisa!
Tulisan ini saya dedikasikan untuk Edisi Spesial #ALAMenilai yang ke-16 dan bertepatan dengan malam ulang tahun si empunya acara. Terima kasih untuk ALAM yang selalu menginspirasi dengan selalu melipat batas-batas yang ada.
Selain itu, tentu tulisan ini sebagai reminder bagi saya untuk selalu menularkan efek positif dalam hidup. Saya teringat quote dari Mae West seorang penulis skenario, “You only live once, but if you do it right, once is enough”. Hidup kita cuma sekali, tapi jika kita melakukan hal yang benar dan baik tentunya, maka sekali itu cukup. Tujuan menulis blog dari masing-masing blogger tentu berbeda-beda. Namun saya yakin, pasti ada hal baik yang memang ingin dibagi. Sentuhan jari jemari kita di keyboard, bisa jadi akan menimbulkan riak/ gelombang dan menyentuh kehidupan orang lain.
Break our limits and do better! Dan nikmati ripple effect kesuksesan alam yang kamu buat :)
*Saatnya saya menyentuhkan jemari saya ke air yang tepat :D
bagus ria artikelnya :D
BalasHapusGara-gara ada ALAMenilai, anggota Plat-M banyak jadi polisi kata. :D
BalasHapusBtw, tulisannya keren banget. Perpaduannya dengan teori gelombang cukup pas.
Artikelnya bagus banget mbak, niceee
BalasHapusHai Iman Lukman! Terima kasih lho ya udah mampir :)
BalasHapus